subur bulungan

Kami berjumpa di depan SMA 6 Jakarta. Tak sengaja. Kebetulan.

“Lho, Mas Subur, apa kabar?” kata saya.

“Eh baik. Dari mana? Ambil raport juga?” kata Subur. Saya tak yakin dia ingat nama saya. Ingat wajah mungkin. Sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

Saya memang baru mengambil raport bayangan Havel.

“Yang mana anakmu? Ada fotonya gak?” kata dia. Saya merogoh saku, mengambil ponsel. Menunjukkan foto si sulung.

Subur tinggal di lingkungan Gelanggang Remaja Jakarta Selatan di Bulungan. Sampai sekarang di sana, bahkan ketika usianya menjelang senja kini. Dia bagian dari kaum Arek Blok M.

Anak-anak SMA 6 sekarang mengenalnya sebagai Babeh Taman — karena memang kerap nongkrong di taman depan sekolah.

Saat sekolah di SMA 70, saya mengenal dia. Orangnya ramah. Meski, banyak orang bilang, dia jagoan. Dia sering membantu ketika kelompok drama kami hendak manggung.

Langit gelap. Sebentar lagi hujan. Saya pamit ke Subur. Dia tersenyum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>