sak madya

Di sebuah SPBU, di perempatan yang sibuk, sekitar 2 km dari Stadion Manahan, Solo. Sebelum gas poll ke Jakarta, saya memeriksakan kembali tekanan ban kendaraan.

“Tolong dicek, Mas, minta 34 masing-masing,” kata saya.

Ternyata masih cukup oke. Rata-rata 32 psi. Hanya harus ditambah sedikit. Pria itu cekatan bekerja. Saya melihat daftar harga: Rp 5 ribu per ban untuk tambah nitrogen.

Setelah empat ban kelar dioprek, saya menyerahkan selembar uang 20 ribuan.

“Sepuluh ribu saja, kan nambahnya cuma sedikit,” ujar pria itu.

Saya yakin dia tahu bahwa saya dari Jakarta. Gampang diketahui dari aksen omongan dan pelat kendaraan. Jadi kemungkinan kembali ke sini kecil sekali. Jika saya orang Solo, mungkin dia akan berpikir soal merawat loyalitas konsumen.

Daftar itu tak menyebut perbedaan harga jika pertambahan nitrogen hanya sedikit. Dia sejatinya tak perlu melakukan “diskresi” karena panduan tersaji.

Dia, dalam spekulasi saya, memilih mengikuti hati, mengabaikan kalkulasi untung-rugi. Tak mau jadi makhluk loba. Kata orang Jawa, sak madya.

Selamat tahun baru, teman-teman. Semoga berlimpah kebaikan yang kita pancarkan ke seluruh penjuru semesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *