percaya

Saya pesan dua buku lawas secara online, dari perkawanan di facebook. Belum dibayar, sang penjual sudah beraksi. Dia mengirim foto bukti pengiriman buku.

Padahal ini pemesanan perdana. Saya juga yakin dia tak mengenal saya secara personal.

Bisnis, konon, 80 persennya adalah urusan merawat kepercayaan. Siapa bisa dipercaya, sukses bakal membayang di depan mata. Di satu sisi, si penjual berhasil memperoleh kepercayaan saya.

Di sisi lain, dia menempuh risiko. Bagaimana andai saya tidak transfer?! Tapi, tuan dan puan, bisnis pun soal penguasaan informasi. Boleh jadi dia telah “mensurvei” saya.

Ketika saya kisahkan hal ini di facebook, komentar bermunculan. Seorang teman yang juga berbisnis online menulis, “Kalau aku kadang mengandalkan feeling saja. Ada yang belum transfer sudah kukirim…Tapi ada juga yang sudah kirim uangnya tapi konon karena hal teknis belum bisa kirim bukti transfer, aku gak mau kirim.”

Kebanyakan mereka berpendapat: pada dasarnya semua manusia mulia, sampai terbukti sebaliknya. Karena itu, jika ada perilaku tidak patut terlihat, pelakunya diganjar pernyataan, “Kok tidak manusiawi ya….”

gerai buku

Toh ada juga asumsi sebaliknya. Itu sebabnya lahir ungkapan semacam homo homini lupus. Mohon dicamkan, asumsi tersebut bukan tanpa argumen dan bukti empiris. Lihat kehadiran para tiran atau kriminal.

Nah, kemudian debat berkembang: apakah itu alamiah atau ada “kuasa struktural di luar individu” yang membikin potensi kedurjanaan jadi nyata. Maka, sebagai contoh, seseorang mencuri karena memang watak aslinya demikian atau ada situasi ekonomis yang “mengkondisikan” si pelaku.

Balik ke awal. Puluhan kali bertransaksi online, baru dua kali saya dikirimi barang sebelum membayar. Semoga bisnis sang penjual ini lancar jaya, rezekinya berlimpah, dan asumsinya tentang manusia tak pernah salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>